 |
| http://i.huffpost.com/gen/1331818/images/o-ELEMENTARY-SCHOOL-TEACHER-facebook.jpg |
Dear Bloggy,
Sebulan yang lalu, aku mendapatkan tugas untuk mengajar anak-anak kecil di masjid perumahan tempat tinggalku. Sebelum aku mulai mengajar sudah ada program belajar mengaji untuk mereka semua. Aaaaah, aku berpikir keras bagaimana caranya agar aku bisa mengajar mereka dengan baik, menyenangkan dan membuat mereka tertarik akan bahasa inggris. Ide mengajar mereka berasal dari Bapakku yang juga disetujui oleh para tetanggaku. Beliau berpikir dari pada aku hanya menganggur di rumah saja karena masa studiku yang belum usai. Ah, tahun ini, 2015, adalah semester pertamaku menjalani perkuliahan program Magister di FIA, jurusan Manajemen Pendidikan Tinggi.
Kembali pada topik awal, Akupun menyetujui apa yang diusulkan oleh Bapakku. aku mulai mengajar pada tanggal 20 Oktober setiap hari Selasa (untuk putri) dan rabu (untuk putra). 2 minggu sebelum aku mengajar aku melakukan observasi mungkin sekitar 3x aku datang. Aku ingin melihat bagaimana perangai mereka, sifat mereka, perilaku mereka dan berapa banyak anak-anak yang mengikuti kelas mengaji. karena berdasarkan informasi yang aku terima dari koordinator (Tetangga) ada sekitar 25 anak. Namun, pada kenyatannya, hanya segelintir saja yang datang. Mungkin hanya sekitar kurang dari sama dengan 10-12 orang saja yang datang mengaji. Mereka terdiri dari berbagai umur dan riwayat pendidikan, belum sekolah, kelas 1, 2, 3, dan 5.
Awalnya aku cukup khawatir apakah aku sudah cukup baik untuk mengajarkan bahasa ingris kepada mereka. Ya, aku tau kelemahanku sendiri dalam berbahasa inggris. GRAMMAR. akupun berusaha mencari referensi melalui internet dan mempelajarinya lagi. aku tidak ingin memberi ilmu yang salah kepada mereka. Aku juga tidak ingin dianggap sebagai guru yang tidak becus, walaupun pada kenyataannya "ya, aku emmang tidak becus".
Untungnya saat hari kedua aku melakukan observasi dan menanyakan sampai mana mereka belajar bahasa inggris, sejauh ini mereka sudah sampai pada Simple Past Tense dan cara membaca waktu dalam bahasa inggris. aku pun berusaha mencari tahu lewat internet, ya, aku mulai belajar kembali. aku berharap apa yang aku sampaikan nanti mudah dipahami oleh mereka dan mereka senang akan metode belajar bahasa inggris yang aku lakukan. Ini adalah pengalaman pertamaku mengajar "dasar amatir." aaah, bukan bermaksud pamer tp aku dibayar dengan "Pahala"
Aku juga berusaha menggali informasi dari teman-temanku sebagai pengajar anak-anak. Gampang-gampang susah memang. Jangan terlalu sering mengatakan ini "salah", "tidak" dan "bukan" harus ada opsi lain untuk mengatakan bahwa apa yang mereka tebak kurang tepat seperti "coba lagi", "ingat lagi", "ada opsi lain?" dan pada akhirnya q hanya mengekspresikan wajahku saja sambil berkata "hayo tadi apa hayo"? baiklah, ini adalah pengalaman pertamaku.
Aaah, di hari pertama aku mengajar "5 little girls" yang terdiri dari 3 orang kelas 1, 1 orang kelas 3, dan 1 orang belum sekolah. Mereka masih belajar ABC memang, tapi mereka sudah cukup bisa walaupun terkadang masih sering lupa jika diberi tebakan ABC. Untuk gadis kecil yang duduk di bangku kelas 3, sudah dipastikan dia lebih mahir dari yang lainnya.
Metode belajar di hari pertamaku adalah mengajar ABC, menyanyikan lagu ABC dalam bahasa inggris dan memperlihatkan video lagu bahasa inggris anak-anak dari HP ku dan memberi mereka tebakan mengenai ABC, salam selamat pagi/siang/sore/malam menggunakan gambar yang sengaja aku laminating. Mereka sangat senang dan cepat menangkap apa yang aku ajarkan karena menurut informasi yang aku dapat, sekolah mereka sudah mengajarkan hal itu.
Hari kedua, waktunya aku mengajar "little boys" ternyata hanya satu orang yang datang. dia kelas lima. Aku menawarkan materi yang dia merasa kesulitan. dia bilang mengenai "Jam" bagaimana cara membaca jam dalam bahasa inggris. Aku sempat kaget mendengarnya. Kau tahu, topik itu adalah topik yang hingga bertahn-tahun q masih belum bisa emmahaminya, hingga sekitar 2 atau 3 hari yang lalu q beruntung telah mempelajarinya dan telah mengerti apa maksudnya. tidak sekedar menghafal seperti apa yang pernah aku lakukan dulu, tapi q sudah memahaminya. Namun q belum mencetak materinya. Untungnya aku telah memotret materi mengenai "Telling the Time" sebelumnya. dan membacanya sekilas dan aku cukup cepat memahinya walaupun agak sulit untuk menjelaskannya kepada satu muridku itu. aku berharap ia benar-benar paham dengan apa yang aku ajarkan.
Setelah itu, datanglah salah satu anak laki-laki kecil paling nakal dengan perawakan kecil seperti anak SD kelas 1. sempat aku bertanya padanya dan dia menjawab bahwa dia sudah kelas 3. aku sangat tidak percaya, tapi teman-temannya (mereka hanya datang untuk bermain tidak belajar bahasa inggris ataupun mengaji) bilang bahwa ia sudah kelas 3. Lalu aku mengujinya dengan membaca ABC, dan cukup mencengangkan bahwa dia sama sekali belum bisa membaca ABC dalam bahasa inggris. Kau tahu, mungkin karena murid-murid perempuanku sebelumnya sudah bisa sehingga aku memberikan 3 materi sekaligus dalam satu jam dan mereka dengan cepat menangkan apa yang aku ajarkan padahal mereka masih kelas 1 sehingga aku sangat kaget saat mengetahui dia sama sekali belum bisa membaca ABC dalam bahasa inggris. Lalu aku teringat akan cerita salah satu sahabatku Izza, yang seorang guru di salah satu les-lesan di Malang saat ini, dia mengatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan daya tangkap yang berbeda-beda, ada yang lambat ada yang cepat, sifat mereka juga cukup beragam, pandai-pandai kita sebagai gurunya untuk bisa mengajarkan mereka materi bahasa inggris sampai dia/mereka memahaminya.
Ya, di hari kedua muridku hanya 2 orang saja. aku agak kecewa namun juga lega karena aku bisa mengajarkan si anak kelas 5 ini tentang cara membaca waktu dalam bahasa inggris mengenai Half Past,,, dan Quarter Past... dan Quarter to.... cukup sulit memang, karena dia sama sekali belum tahu bahwa 1 jam = 60 menit. sehingga untuk mengajarkan kata Half = setengah = 30 menit atau Quarter = seperempat = 15 menit dan mengajarkannya cara berhitung pembagian terlebih dahulu. Cukup lama aku bergulat dengan itu, dan pada akhirnya dia mulai sedikit memahami Half Past,,, yang artinya lewat setengah yang artinya lewat setengah jam = 30 menit.... aku memberinya soal dan hasilnya cukup walaupun masih tertatih-tatih. aku melihat dia sangat bersungguh-sungguh walaupun sedikit nakal. tapi aku melihat potensinya untuk menjadi anak yang cerdas, tangguh, tegas dan bertanggung jawab tapi aku tidak bisa menentukan secara pasti bagaimana nantinya ia kelak. tapi dia sangat bersemangat,,, ak harap aku bisa menjadi guru yang baik dan tidak menyesatkan murid-murid dengan informai yang aku berikan. AAAAMIIIIIIIIN.....
Aaaah, tapi aku rasa aku lebih suka mengajar dengan jumah murid yang sedikit, karena aku bisa mengajarkan materi lebih maksimal.... karena berdasarkan pengalaman sahabatku si Izza, mengajar dengan jumlah anak yang banyak itu cukup sulit dan melelahkan karena mereka bakal nggak bisa fokus. yaaaah, taulah tingkah anak-anak...
Sekian, Terimakasih... heheheeeee :D :D :D