Friday, December 11, 2015

What am I?


What am I?
Human being who has too much flaws
What am I?
A small piece of life
What am I?
A huge hunk of dummy
What am I?
A drop of hope
What am I?
A deep scar of someone else
What am I?
A sparkling silly girl
What am I?
A human in the cross-road of bad and good
What am I?
A girl who has bad and good sides
What am I?
A girl who is waiting for eternity,,,,,,,,
In the sky in peace,,,,,

Wednesday, December 9, 2015

Take me instead, Time!

http://who-are.ru/pics/time-management.jpg

They're getting older and older
Every single day to be stronger and stronger
Yet, every minute also make them weaker and weaker
Every second, I want to be closer and closer

Time is running so fast, very precious for us
Good and bad also with us
I wanna stop the time for us
Stand still, never change about us

Unexpected future waiting for us
I know there will be a period, that the time take one of us
Think it'll be nice if I'll be the first one
Coz I'm definitely unable to see them as the first one


Waiting???

Google image

Where are you roaming?
You've been wandering too long
I've been waiting for your coming
I've been being accompanied by mellow song

Knowing you eager to reach your biggest dream
Don't wanna be the one into the grim
Believing future be like a sweet cream
Coming back with a beautiful fate you bring


Tuesday, December 8, 2015

The Thief

google image

You are the thief
Never let me in peace
My Heart is pounding whenever we meet
You are the one I miss

You are the thief
Bring the warm into the breeze
Rushing of to me my thief
Let's create many sweets memories

Oh, you are the thief
Not an ordinary thief
Let's stole the heart of each other, thief
That's all I wish, thief


AKU BUKAN KUCING (Bagian Akhir)

google image

Sayup-sayup terdengar suara erangan mobil yang semakin lama semakin jelas. Laurencia membuka matanya perlahan. Mengernyitkan dahinya. Cahaya menyilaukan matanya. Begitu dia bisa melihat dengan jelas, dia melihat kesekelilingnya. Dia melihat pagar putih lusuh merentang dari sisi kanan, kiri dan depannya. Laurencia masih berada di atas jembatan penyebrangan. Duduk bersandar. Melihat kedua tangannya yang tak lagi bercakar. Meraba wajahnya yang tak lagi bermoncong, berbulu dan berkumis. Laurencia berdiri, menampar pipi kanannya.

"Aaaau, sakit," Laurencia mengusap pipinya yang memerah sambil berjalan ke depan dan melongok ke bawah jembatan. Ada kucing hitam melihatnya dari trotoar. Dia sedang duduk sambil menghadap ke atas. Laurencia memicingkan matanya. "Lorenzo" bisiknya dalam hati. 

Lorenzo dan Laurencia saling pandang beberapa saat. Lorenzo perlahan berbalik pergi sambil mengibaskan ekornya. Laurencia bergegas lari menuju Lorenzo. Terlambat, Lorenzo telah pergi.

Laurencia bernapas lega.

TAMAT

Ditulis oleh: Mia Insani

AKU BUKAN KUCING (Bagian 7)

Laurencia sama sekali tak bisa memejamkan matanya barang sedetikpun. dia berpikir keras di tengah kekalutan yang mendera dirinya. Marah, khawatir, takut, sedih dan bingung bercampur aduk menjadi satu. Bagaimana mungkin apa yang dia lakukan selama ini akan berakhir sia-sia.  Lorenzo tidak ingin menjadi kucing kembali dengan alasan kenyamanan, kesenangan dan kemudahan. Dia benar-benar harus memutar otaknya untuk membujuk Lorenzo.

Waktu menunjukkan pukul 11.50 malam. Laurencia teringat bahwa dari tubuh Lorenzo akan keluar ekor panjang yang bersinar setiap tengah malam. Mungkin ini semua ada kaitannya. Dengan perasaan was-was, takut sekaligus penasaran, laurencia menunggu dengan sabar keluarnya ekor itu. 10 menit entah kenapa serasa seperti satu jam baginya. Ketika ekor itu muncul, Laurencia segera melompat sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Meleset. Ekor itu bergerak dengan cepat dan justru menampik serangan Laurencia dari arah samping dengan keras. Laurencia terjungkal menatap tembok.

"Kau Lancang!!!" bentak Lorenzo marah. Lorenzo telah tepat berada di hadapan laurencia yang terbaring di lantai. Sorot mata Lorenzo tak seperti biasa. Dia memandang Laurencia dengan sorot mata yang tajam.

"Kembalikan tubuhku," rintih Laurencia sambil mencoba untuk berdiri meskipun tertatih.

"Tidak!!!" bentak Lorenzo.

"Kenapa kau lakukan ini padaku,"

"Itu karena kau sering memperlakukan kucing dengan tidak semestinya. Kau memukul, menendang, dan bahkan kau pernah ingin membunuhku dengan menjatuhkanku dari atas jembatan penyebrangan. Aku ingin kau merasakan apa yang kucing-kucing malang itu rasakan." Laurencia mengangkat tubuh Laurencia dengan ekornya dan melemparkannya keluar jendela. Terdengar suara pecahan kaca. Laurencia terjatuh di halaman depan rumah. Lorenzo melompat turun dari lantai 2.


google image


Mereka berdua berhadapan. Entah kenapa Laurencia merasa bahwa ekor tersebut bisa mengembalikannya menjadi manusia. Laurencia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan 5 menit yang berharga ini. Walau selalu gagal dan terbanting berkali-kali. Laurencia tak menyerah.

"Matilah kau!" Lorenzo menyeringai, ekornya mencekik leher Laurencia. Laurencia tank ingin mati konyol. Dengan mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa, dia mencengkeram ekor Lorenzo dengan cakar dari kedua kaki depannya. Laurencia mencengkeram sekuat tenaga hingga ekor itu mengeluarkan darah segar. Cekikan melemah beriringan dengan suara pekikan kesakitan dari Lorenzo. Lorenzo menghantamkan ekornya ke tanah beberapa kali agar terlepas dari cengkeraman Laurencia. Namun cengekeraman itu tak melemah sedikitpun. Laurencia bahkan menggigit ekor tersebut hingga terputus.

Terdengar suara teriakan dari Lorenzo. Lalu semua terlihat gelap.

Bersambung,,,,

Ditulis oleh: Mia Insani

AKU BUKAN KUCING (Bagian 6)

Hari ke-30 tiba. Saatnya pengumuman hasil jerih payah Laurencia belajar di sekolah perkucingan. Laurencia terpilih menjadi lulusan terbaik. Bukan main senangnya dia. Walaupun kucing lain tak ada yang memberi selamat, Laurencia tetap berbahagia karena tak lama lagi dia akan terbebas dari kutukan ini. Dia bersenandung gembira sepanjang hari. Pukul 8 malam, Laurencia melapokan hal membahagiakan ini kepada Lorenzo. Ya. dia pulang terlambat hari itu. 

"Jadi, sekaranglah saatnya kau mengembalikanku sebagai manusia, bukankah aku sudah menepati janji yang telah kita sepakati." tagih Laurencia kepada Lorenzo.

"Kenapa harus? Aku nyaman menjadi Laurencia. Kehidupan menjadi manusia sungguh menyenangkan dan mudah. Lagi pula, bukankah kau sudah terbiasa menjalani kehidupan sebagai seekor kucing?" Pernyataan yang dilontarkan Lorenzo membuat alurencia tercengang. 

"Apa maksudmu berkata seperti itu!? Kembalikan tubuhku sekarang juga!!!" tukas Lurencia tegas dan geram.

"Aku tidak mau," jawab Lorenzo santai di kursi belajar sambil menyandarkan kepala di kedua tangannya yang terpaut.

google image

"APA!!!???" Larencia tak habis pikir.

"Haaaaaaaaaa..." aku malas bicara denganmu. Aku mau tidur saja. sebaiknya kau juga tidur kucing jelek," Lorenzo membanting tubuhnya di kasur dan memejamkan mata. Laurencia yang kebingungan memohon-mohon pada LOrenzo yang sedang santai berbaring. Air matanya deras mengalir. Dia merasa sangat sedih, bingung dan ketakutan jika Lorenzo benar-benar tidak mau mengembalikannya menjadi manusia. Dia tidak ingin terjebak dalam tubuh kucing selamanya. Laurencia pun mencakar lengan kanan Lorenzo sebagai bentuk protes terhadapnya.

"Kucing kurang ajar!!! berani sekali kau mencakarku." katanya sambil menghempaskan tangan dan memebuat Lurencia terbanting. 

"Tapi tak apa,,, lagi pula kau hanyalah kucing kecil yang lemah." Lorenzo mengelus bekas cakaran Laurencia. Luka itu seketika menghilang tak berbekas. 

"Sebagai balasannya, kau akan selamanya menjadi kucing." Lorenzo pun menarik selimut dan tertidur. Laurencia hanya bisa tertegun dan merasa tak ada harapan lagi baginya.


Bersambung,,,,,,

Ditulis oleh: Mia Insani

AKU BUKAN KUCING (Bagian 5)

Mau tak mau, setiap pagi Laurencia harus mengikuti kelas perkucingan di gorong-gorong yang gelap. bau dan becek. apa yang diajarkan di sana benar-benar tidak masuk akal baginya. mulai dari cara membersihkan diri dengan menjilati seluruh bagian tubuh, buang air sembarangan sebagai penanda wilayah kekuasaan, cara mencuri makanan, mencari makan di tong sampah, guna ekor kucing sebagai alat keseimbangan, kuna kumis sebagai penanda apakah tubuh kita cukup untuk bisa masuk ke dalam tempat-tempat sempit atau tidak, guna cakar kucing sebagai alat kita memanjat, bertarung dan menangkap mangsa dan pelajaran yang menurut Laurencia adalah hal yang paling bodoh adalah bagaimana mencari pasangan. satu hal lagi, di sekolah perkucingan, Laurencia sama sekali tidak memiliki teman.

Tidak hanya itu saja, Laurencia harus melaporkan apa saja yang telah dia pelajari di kelas perkucingan kepada Lorenzo di kamar Laurencia atau lebih tepatnya menjadi kamar Lorenzo sekarang. Ibu laurencia sama sekali tak menyadari jika ada kucing di dalam kamar Laurencia. Ya, Lorenzo selalu membawa Laurencia dari jembatan penyebrangan setiap pulang sekolah dengan memasukkannya ke dalam tas. Selain itu, Laurencia juga harus mengerjakan PR yang Lorenzo dapatkan dari sekolah setelah dia melaporkan kegiatannya di sekolah perkucingan kepada Lorenzo. Setelah itu, Laurencia akan tetap tinggal di kamar dan tidur di bawah kolong kasurnya. Hal ini sudah berlangsung selama 25 hari. Laurencia terpaksa harus menjalani penderitaan ini demi bisa kembali ke wujud manusianya.

 https://felids.files.wordpress.com/2012/10/deannas-panther-adj.jpg
Tengah malam tepat, yaitu pada hari ke 26, Laurencia terbangun untuk pergi ke toilet. Tak disangka, Laurencia melihat hal yang sangat mengejutkan. Laurencia melihat ekor hitam panjang berkibas-kibas dan bersinar kebiru-biruan muncul dari bagian tulang ekor tubuh Lorenzo yang sedang tidur dengan posisi miring ke kanan, Laurencia memerhatikan sekitar 5 menit lamanya. Sinarnya meredup dan ekor itu pun menghilang.

Keesokan paginya, Laurencia tak mengatakan apa pun tentang kejadian itu kepada Lorenzo. Laurencia selalu terjaga saat tengah malam selama tiga hari. Ia hanya mulai paham bahwa ekor tersebut hanya muncul saat tengah malam selama 5 menit, namun ia tidak tahu apa kegunaan ekor yang bersinar tersebut. Ia hanya menyimpan tanda tanya besar untuk dirinya sendiri. Ia tidak terlalu peduli.

Bersambung,,,,

Ditulis oleh: Mia Insani    

Friday, November 6, 2015

Find a Way!

 http://img.wikinut.com/img/2rn5hqn7_l7vizuc/jpeg/724x5000/holding-the-Light.jpeg

Bloody hell big wounds
Like wounded by thousands sharp stones
U can feel it 'till in your bones
Should you run away even you have to crawl?

The dark will creep in your heart and mind
Drowns you to the darkest side
Find a way to fight
Fight 'till you grab the light

Tuesday, November 3, 2015

Greed of Us

 https://www.google.co.id/search?q=greedy+quotes&espv=2&biw=1366&bih=667&site=webhp&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0CBoQsARqFQoTCMqI847r9cgCFQWTlAodlzwOnw#imgrc=urlbEB5enL1iSM%3A

Greedy is dragging us inside deeper
Jealousy begins drag us into the darkness
Every single day Greedy is getting stronger
Cover us with unsatisfied and heartless
Starting to be demons in the world
Feeding ourselves with lust
Forgetting that anytime we can turn into disgusting dust
How poor we are!

Sunday, November 1, 2015

Myself Reminder

 https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/b0/0b/08/b00b0804ff56a18fb06ac2aeca672663.jpg

Eager to go from my burdens
Trying to hidden
Don't wanna catch by them
They and those that took my freedom

Could I just leave through the past I miss?
Ah, I'm sure time never permit me to go through
Future will be better when you face them gently
Your effort never meaningless, actually

Saturday, October 31, 2015

BAPAKKU

http://www.studentschillout.com/wp/happy-birthday-messages-for-dad-from-daughter/

Aku memanggilnya "Bapak"
Yang marahnya adalah cinta kasihnya
Yang keringatnya menghidupi keluarganya
Yang tanggungjawabnya melindungi keutuhannya 

Aku memanggilnya "Bapak"
Kepala keluarga yang tak sempurna
Ia manusia biasa
Namun ia-lah penyempurna keluarga

Aku memanggilnya "Bapak"
Panggilan yang bagi sebagian orang terdengar ndeso
Aku memanggilnya "Bapak"
Panggilan yang paling istimewa bagi anak-anaknya

Aku memanggilnya "Bapak"
Yang diciptakan Tuhan untuk menjagaku
Aku memanggilnya "Bapak"
Yang dikirim Tuhan untuk membimbingku

Dia "Bapakku", Dia "Bapakku"

Monday, October 26, 2015

AKU BUKAN KUCING (Bagian 4)

Sesampainya di depan pintu rumah, Laurencia hanya duduk diam. Matanya berkaca-kaca. Hingga dia tidak menyadari jika ada orang lain di belakangnya.

"Ehem..." suara berdehem membuyarkan lamunannya. Kedua telinga mungilnya bergoyang. Laurencia berbalik.

google image
"Hai kucing kecil. Untuk apa kau kembali?" sapa seseorang yang terlihat tak asing sedang berdiri di hadapannya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Laurencia sambil tersenyum lebar. Laurencia membelalakkan matanya, jantungnya serasa melompat, mulutnya menganga lebar. Laurencia bertemu dengan Laurencia!

"Bagaimana bisa kau... aku... KEMBALIKAN TUBUHKU!!!" bentak Laurencia. Kejadian ini sangat mengguncang dirinya. Nafasnya tersengal.

"Apa!? Apa kau tidak salah bicara? Atau aku yang salah dengar? balasnya sembari mengorek telinga kanan dengan jentiknya lalu meniup serpihan kotoran yang menempel.

"Siapa kau sebenarnya?" Laurencia membentak.

"Aku? Aku Laurencia," balasnya santai. Jari telunjuknya menunjuk ke dada.

"Tidak! Laurencia adalah aku, bukan kau," tukasnya lantang.

"Itu tidak benar, tapi bukankah keadaan kita berbalik sekarang?" katanya sambil tersenyum sinis.

"APA!?" suara Laurencia meninggi.

"Sebenarnya namaku Lorenzo. Hihihihi...." Lorenzo terkikik geli. "Ah! bagaimana kalau kita membuat perjanjian?" kata Lorenzo sambil menjentikkan tangan.

"Aku akan mengatakannya sekali, jadi perhatikan, dengarkan dan ingat baik-baik. Jika kau ingin tubuhmu kembali kau harus mengikuti sekolah perkucingan yang terletak di gorong-gorong tepat di di bawah jembatanpenyeberangan di mana kau menjatuhkanku seminggu yang lalu dan menjadi kucing peliharaanku. Itu karena kau harus melapor padaku apa saja yang telah kau pelajari. Kelas dimulai setiap jam 7 pagi hingga jam 4 sore setiap hari. Masa pelatihan adalah 30 hari, Jika kau bisa menjadi kucing dengan lulusan terbaik akau berjanji akan mengembalikanmu menjadi manusia," Lorenzo menjelaskan panjang lebar.

"Apa!? Ini tidak masuk ak..." Laurencia tiba-tiba menerima tendangan yang dilakukan Lorenzo dari samping kiri perutnya hingga terpelanting sejauh 5 meter. Laurencia terjatuh tepat di bawah ban mobil ibunya. Sedetik kemudian Agatha membuka pintu.

"Aku mendengar seseorang berbicara, aku kira ada tamu. Apa kau berbicara dengan seseorang?" Tanya Agatha sambil menengok ke kanan dan kiri.

"Tidak, aku hanya menyapa teman sekolahku," balas Lorenzo.

"Baikla kalau begitu,"

Agatha dan Lurencia masuk ke dalam rumah bersamaan. Laurencia hanya bisa melihatpemandangan tragis itu. Tiba-tiba Lorenzo membuka sedikit pintu rumah. Kepalanya menyembul ke luar. 

"Aku anggap kau setuju dengan perjanjian yang kubuat, bye..." katanya singkat, lalu membanting pintu. Terdengar suara "klik". Terkunci.

"AAAAAAAAAAAAAARGH. SIAL!!!" umpatnya.

Bersambung....

Ditulis oleh: Mia Insani

Saturday, October 24, 2015

AKU BUKAN KUCING (Bagian 3)

AKU BUKAN KUCING (Bagian 3)


Laurencia merasa sangat yakin bahwa apa yang dia alami saat ini gara-gara kucing hitam yang tak sengaja dia lemparkan dari jembatan penyeberangan hingga dia dikutuk menjadi kucing seperti ini. Dia merasa kucing hitam itu bertanggung jawab penuh atas kesialan yang menimpanya. Dia ingin kucing hitam mengembalikannya menjadi manusia kembali. Laurencia berusaha kucing hitam itu selama seminggu penuh. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada ibunya jika dia tidak pulang selama seminggu penuh. Mungkin ibunya sudah melaporkan kasus anak hilang ke kantor polisi atau mungkin ibunya senang bahwa dia sudah tidak perlu bersusah payah membesarkan seorang anak perempuan yang merepotkan atau... Laurencia tidak bisa memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi selanjutnya semenjak dia pergi meninggalkan rumah hanya untuk mencari kucing hitam yang mengutuknya ke seluruh penjuru kota.  

Selama seminggu masa pencariannya, Laurencia banyak bertemu dengan beberapa kucing liar yang berusaha menyapanya karena keindahan matanya, kebersihan bulunya dan cara berjalannya yang anggun. Seperti yang dilakukan oleh seekor kucing jantan berwarna coklat-hitam yang berusaha menyapanya dari atas tong sampah.

"Hai, sayang!" Sapanya namun Laurencia tidak menggubrisnya sama sekali. Sikap Laurencia yang acuh membuat kucing coklat-hitam tersebut semakin penasaran dan segera menghadang Laurencia dari depan.

"Apa kau kucing baru di daerah sini? Kau terlihat cantik dan bersih. Apa kau di buang oleh majikanmu? Atau kau kabur dari rumah majikanmu?" Tanyanya.

"Apa kau buta? Aku bukan kucing seperti yang kau kira. Aku manusia! Jadi sekarang menyingkirlah dari hadapanku!" Tukasnya sinis.

Beberapa kucing menyapa dan bertanya pada Laurencia, namun selalu dijawab dengan jawaban dan perlakuan yang tidak menyenangkan. Ada juga beberapa kucing jantan yang tertarik padanya menawarkan makanan sisa yang mereka dapatkan dari tong sampah, namun Laurencia selalu menolak dan menyatakan dengan sinis bahwa dia bukanlah manusia rendahan yang mau memakan makanan sisa yang sudah tak layak.

Selama Laurencia menjadi kucing, mau tak mau dia juka makan dan minum juga dari makanan sisa yang dibuang di tong sampah, hanya saja dia selalu memilih makanan sisa yang baru dibuang, yang tidak terlalu kotor dan tidak berbau busuk. Menurut kucing lar lainnya Laurencia adalah kucing betina yang munafik. Tersebar gosip jika ada kucing betina gila, sombong, munafik, dan suka mengaku sebagai manusia. Banyak kucing yang pada akhirnya mem-bully dan mengejeknya. Tak jarang Laurencia berkelahi, terutama dengan para kucng betina yang merasa terganggu akan kehadirannya. Laurencia tak tahan. Begitu berat hidup di jalanan yang tak satu pun berpihak padanya.

Laurencia merasa sedih dan sangat merindukan ibunya. Air matanya menetes. Dia membayangkan betapa sedih ibunya ketika anaknya tak kunjung pulang selama seminggu ini. Dia pun memutuskan untuk pulang sebentar sekedar untuk melihat keadaan ibunya.

Bersambung.....

Ditulis oleh: Mia Insani  

Friday, October 23, 2015

AKU BUKAN KUCING (Bagian 2)

AKU BUKAN KUCING (Bagian 2)


image by https://dorindaduclos.files.wordpress.com/2014/10/black-cat-closeup_opt.jpeg

Sesampainya Laurencia di depan pintu kamarnya yang bercat putih dengan hiasan yang terbuat dari kain flanel warna-warni bertuliskan L-A-U-R-E-N-C-I-A, di lantai dua rumahnya, tiba-tiba dia merasa pusing, bedannya terasa panas, tulang-tulangnya serasa melelh hingga dia tak sanggup berdiri. Selang beberapa menit, Laurencia merasa cukup baikan dan berusaha mengangkat tubuhnya untuk berdiri, lalu terdengar suara langkah kaki mendekat.

"ASTAGA!!! Kenapa bisa ada kucing di depan kamar? Sebaiknya segera kusingkirkan sebelum Laurencia datang. Bisa-bisa dia menyiksa kucing ini untuk yang kesekian kali!" celoteh Agatha, Ibu Laurencia yang terheran-heran. Mendengar ibunya berkata begitu Laurencia menoleh ke kanan dan ke kiri. Berjaga-jaga jika kucing hitam itu kembali mengikutinya lagi. Tapi tak dilihatanya seekor kucingpun di sana. Laurencia merasa ada yang aneh, kenapa dia hanya melihat kaki ibunya? lalu Laurencia mendongak, kenapa ibunya terlihat sangat tinggi sekali? Lalu tiba-tiba dia merasakan tubuhnya terangkat tinggi dan seperti ada sesuatu yang menyakiti tengkuknya. Laurencia merasakan seperti ada sesuatu yang menjepit tengkuknya.

Laurencia melihat ke sekeliling dengan sudut pandang yang berbeda sambil sedikit meronta-ronta. Semua barang-baran di rumahnya terlihat lebih besar dari biasanya. Tubuhnya melayang. Sesampainya di halaman depan rumah yang dipenuhi dengan rumput hijau nan segar, Agatha menurunkan Laurencia. Laurencia membalikkan tubuhnya dan mendongak. Menatap raut wajah lembut ibunya yang sedang berjongkok di hadapannya. Membelai kepalanya.

"Ibu apa yang terjadi?" Kenapa kau membawaku ke sini?" protes Laurencia. "Aku merasa ada hal yang aneh di sini, Bu!" tambahnya. Laurencia belum menyadari keadaannya. Agatha tersenyum kecil melihat kucing hitam yang sedang mengeong padanya.

"Sebaiknya kau jangan datang kemari lagi kucing manis," Agatha berkata lembut, mengelus punggung Laurencia, segera masuk dan mengunci pintu.

"APA!!!" Apa maksud Ibu dengan 'kucing manis'? Aku Laurencia, Bu. Aku anak Ibu." Laurencia memangil-manggil ibunya. Laurencia berusaha membuka pintu depan rumah, mengetuknya, mencakarnya.

Laurencia terdiam sejenak. Seketika jantungnya berdegup sangat kencang, dia benar-benar ingin mengetahui apa yang sedang terjadi pada dirinya sekarang. Dia merasa ada yang salah pada dirinya saat ini. Laurencia tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya. Tangannya bukanlah tangan manusia. Laurencia menoleh ke bawah. Kaki depan kucing hitam yang dilihatnya. "Tidak mungkin," gumamnya. 

Laurencia berlari menuju depan mobil sedan putih milik ibunya yang terparkir tepat di depan rumahnya. Mobil itu terasa sangat tinggi baginya. Lalu dia mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang, berlari sekencang-kencangnya dan "Hap" dia berhasil melompat. Dilihatnya bayangan yang terpantul di kaca depan mobil ibunya. Dilihatnya lekat-lekat. Terpantul sosok seekor kucing hitam legam dengan mata berwarna kuning keemasan. Laurencia meraba wajahnya dengan kaki kucing kanannya. Dia merasakan wajahnya berbulu, berkumis dan moncongnya sejajar dengan hidungnya.

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK"

Bersambung....

Ditulis oleh Mia Insani

AKU BUKAN KUCING (Bagian 1)

Ini adalah cerpen yang pernah aku buat saat mata kuliah Creative Writing (S1, FIB, UB) yang diampu oleh Pak Dosen yang bernama Pak Yusri Fajar mungkin sekitar tahun 2013 semester 4 atau 5 (aku lupa) heheheee,,, file yang asli sudah hilang (hilang saat rumahku kemalingan, original softcopy-nya ada di laptop yang di bawa si maling),, So, mumpung aku nemu draft hardcopy-nya (yang ada coretan2 revisinya dari bapak dosen) jadi aku memutuskan untuk menuliskannya kembali di sini,,,, oh ya, dalam cerpenku masih terdapat kelemahan dalam menuliskan deskripsi setting dan perawakan tokoh secara detail. Namun dalam otakku, ada gambaran detail yang cukup jelas mengenai setting dan perawakan tokohnya, hanya saja menuliskannya secara detail itu cukup sulit (masih perlu latihan nulis nie), andai aku bisa menggambar, akan langsung aku gambar deh, kayak komik gt T-T" tp ya sudahlah... check it out!!! 


AKU BUKAN KUCING



image by https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/a2/62/5d/a2625df6d1b8ae60a01ab5c20c029ab9.jpg

Pukul 4 sore tepat, Laurencia seorang berjalan pulang dengan muka masam sambil mendekapkan tangannya ke dada. Laurencia menyadari bahwa dia sedang diikuti oleh seekor kucing jantan hitam legam yang lusuh. Dia berfikir, begitu banyak pengguna jalan di trotoar ini, tapi mengapa kucing itu hanya mengikuti dia saja sejak dari pintu gerbang sekolah? Ya, Laurencia tidaklah seperti gadis remaja 18 tahun yang menganggap kucing adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling imut, lucu dan menggemaskan. Laurencia sangat membenci kucing. Bukan karena takut atau pernah mengalami traumatic experience, dia tidak suka kucing karena menurutnya wajah kucing adalah wajah binatang yang paling menyebalkan, betapapun lucu, imut dan menggemaskannya kucing itu. Dia juga tak ingin tertular virus berbahaya seperti Toxoplasma. Laurencia merasa kucing adalah hewan jorok dan menjijikkan yang bisa menularkan virus tersebut.

Laurencia adalah gadis yang tidak segan-segan menendang, memukul, atau melemparkan kucing dari ketinggian. Sebenarnya, Laurencia seorang gadis yang ceria, baik dan penyayang. Nanum sifat itu lenyap seketika saat dia berhadapan dengan "kucing". Seakan memiliki kepribadian ganda, Laurencia menjadi seseorang yang sangat tidak bersahabat terhadap kucing. Apa lagi saat ini di belakangnya, dia sedang diikuti oleh seekor kucing hitam yang masih mengikutinya hingga dia tiba depan tangga jembatan penyebrangan. Laurencia menarik nafas dalam-dalam, berbalik ke arah kucing itu.

"Baiklah kalau itu maumu," katanya dengan nada jengkel. Laurencia perlahan-lahan mendekati kucing itu dan menggendongnya menaiki jembatan penyeberangan yang pada saat itu tak banyak orang berlalu-lalang. Kucing itu menurut saja tanpa perlawanan.

Sesampainya di atas, Laurencia sedikit melongok ke bawah. Jalanan cukup ramai dengan lalu-lalang kendaraan. Laurencia perlahan menjulurkan tangannya melewati pagar pembatas sembari menggendong kucing hitam itu. Laurencia menatap wajah kucing itu. Memperhatikannya secara seksama sejenak. Hitam legam, lusuh, sedikit berbau sampah, dengan mata biru safir yang cukup indah menurutnya. Lalu seketika muncul niat Laurencia untuk menjatuhkan kucing itu dari atas jembatan.

"Aku rasa nyalimu cukup besar untuk mengikutiku. Kau akan tahu akibatnya jika kau berani mengikutiku lagi, Kucing Bodoh!!!" Ancam Laurencia.

"Kalau kau memang berani lakukan saja, Gadis Tolol!!!" kucing hitam itu tiba-tiba berbicara. Laurencia sangat terkejut hingga tanpa sengaja dia benar-benar menjatuhkan kucing itu dari atas jembatan penyeberangan. Dia melangkah mundur lalu terduduk lemas.

Laurencia terdiam dan tercengang beberapa saat. Dia segera berdiri dan melongok ke bawah untuk memeriksa keadaan kucing itu. "Apa kucing itu mati terlindas?" tanyanya pada diri sendiri. Laurencia matanya membelalak, bibirnya menganga, jantungnya berdegup kencang, wajahnya sedikit pucat, keringat dingin tiba-tiba menetes dari dahinya. Kucing itu hilang. Tak ada tanda-tanda kucing terlindas atau bercak darah sekalipun. Jalanan terlihat bersih tanpa noda atau pengendara yang tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan membuat sedikit kekacauan karena telah melindas seekor kucing.  

"Mustahil" katanya lirih. Laurencia menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia melihat kucing itu sudah berada di trotoar. Laurencia ketakutan. Dia berlari kencang, menjauh.

Bersambung....

Ditulis oleh: Mia Insani




Wednesday, October 21, 2015

PENGALAMAN PERTAMA NGAJAR ANAK2

http://i.huffpost.com/gen/1331818/images/o-ELEMENTARY-SCHOOL-TEACHER-facebook.jpg
Dear Bloggy,
Sebulan yang lalu, aku mendapatkan tugas untuk mengajar anak-anak kecil di masjid perumahan tempat tinggalku. Sebelum aku mulai mengajar sudah ada program belajar mengaji untuk mereka semua. Aaaaah, aku berpikir keras bagaimana caranya agar aku bisa mengajar mereka dengan baik, menyenangkan dan membuat mereka tertarik akan bahasa inggris. Ide mengajar mereka berasal dari Bapakku yang juga disetujui oleh para tetanggaku. Beliau berpikir dari pada aku hanya menganggur di rumah saja karena masa studiku yang belum usai. Ah, tahun ini, 2015, adalah semester pertamaku menjalani perkuliahan program Magister di FIA, jurusan Manajemen Pendidikan Tinggi. 
Kembali pada topik awal, Akupun menyetujui apa yang diusulkan oleh Bapakku. aku mulai mengajar pada tanggal 20 Oktober setiap hari Selasa (untuk putri) dan rabu (untuk putra). 2 minggu sebelum aku mengajar aku melakukan observasi mungkin sekitar 3x aku datang. Aku ingin melihat bagaimana perangai mereka, sifat mereka, perilaku mereka dan berapa banyak anak-anak yang mengikuti kelas mengaji. karena berdasarkan informasi yang aku terima dari koordinator (Tetangga) ada sekitar 25 anak. Namun, pada kenyatannya, hanya segelintir saja yang datang. Mungkin hanya sekitar kurang dari sama dengan 10-12 orang saja yang datang mengaji. Mereka terdiri dari berbagai umur dan riwayat pendidikan, belum sekolah, kelas 1, 2, 3, dan 5. 

Awalnya aku cukup khawatir apakah aku sudah cukup baik untuk mengajarkan bahasa ingris kepada mereka. Ya, aku tau kelemahanku sendiri dalam berbahasa inggris. GRAMMAR. akupun berusaha mencari referensi melalui internet dan mempelajarinya lagi. aku tidak ingin memberi ilmu yang salah kepada mereka. Aku juga tidak ingin dianggap sebagai guru yang tidak becus, walaupun pada kenyataannya "ya, aku emmang tidak becus".

Untungnya saat hari kedua aku melakukan observasi dan menanyakan sampai mana mereka belajar bahasa inggris, sejauh ini mereka sudah sampai pada Simple Past Tense dan cara membaca waktu dalam bahasa inggris. aku pun berusaha mencari tahu lewat internet, ya, aku mulai belajar kembali. aku berharap apa yang aku sampaikan nanti mudah dipahami oleh mereka dan mereka senang akan metode belajar bahasa inggris yang aku lakukan. Ini adalah pengalaman pertamaku mengajar "dasar amatir." aaah, bukan bermaksud pamer tp aku dibayar dengan "Pahala" 

Aku juga berusaha menggali informasi dari teman-temanku sebagai pengajar anak-anak. Gampang-gampang susah memang. Jangan terlalu sering mengatakan ini "salah", "tidak" dan "bukan" harus ada opsi lain untuk mengatakan bahwa apa yang mereka tebak kurang tepat seperti "coba lagi", "ingat lagi", "ada opsi lain?" dan pada akhirnya q hanya mengekspresikan wajahku saja sambil berkata "hayo tadi apa hayo"? baiklah, ini adalah pengalaman pertamaku.

Aaah, di hari pertama aku mengajar "5 little girls" yang terdiri dari 3 orang kelas 1, 1 orang kelas 3, dan 1 orang belum sekolah.  Mereka masih belajar ABC memang, tapi mereka sudah cukup bisa walaupun terkadang masih sering lupa jika diberi tebakan ABC. Untuk gadis kecil yang duduk di bangku kelas 3, sudah dipastikan dia lebih mahir dari yang lainnya. 

Metode belajar di hari pertamaku adalah mengajar ABC, menyanyikan lagu ABC dalam bahasa inggris dan memperlihatkan video lagu bahasa inggris anak-anak dari HP ku dan memberi mereka tebakan mengenai ABC, salam selamat pagi/siang/sore/malam menggunakan gambar yang sengaja aku laminating. Mereka sangat senang dan cepat menangkap apa yang aku ajarkan karena menurut informasi yang aku dapat, sekolah mereka sudah mengajarkan hal itu.

Hari kedua, waktunya aku mengajar "little boys" ternyata hanya satu orang yang datang. dia kelas lima. Aku menawarkan materi yang dia merasa kesulitan. dia bilang mengenai "Jam" bagaimana cara membaca jam dalam bahasa inggris. Aku sempat kaget mendengarnya. Kau tahu, topik itu adalah topik yang hingga bertahn-tahun q masih belum bisa emmahaminya, hingga sekitar 2 atau 3 hari yang lalu q beruntung telah mempelajarinya dan telah mengerti apa maksudnya. tidak sekedar menghafal seperti apa yang pernah aku lakukan dulu, tapi q sudah memahaminya. Namun q belum mencetak materinya. Untungnya aku telah memotret materi mengenai "Telling the Time" sebelumnya. dan membacanya sekilas dan aku cukup cepat memahinya walaupun agak sulit untuk menjelaskannya kepada satu muridku itu. aku berharap ia benar-benar paham dengan apa yang aku ajarkan. 

Setelah itu, datanglah salah satu anak laki-laki kecil paling nakal dengan perawakan kecil seperti anak SD kelas 1. sempat aku bertanya padanya dan dia menjawab bahwa dia sudah kelas 3. aku sangat tidak percaya, tapi teman-temannya (mereka hanya datang untuk bermain tidak belajar bahasa inggris ataupun mengaji) bilang bahwa ia sudah kelas 3. Lalu aku mengujinya dengan membaca ABC, dan cukup mencengangkan bahwa dia sama sekali belum bisa membaca ABC dalam bahasa inggris. Kau tahu, mungkin karena murid-murid perempuanku sebelumnya sudah bisa sehingga aku memberikan 3 materi sekaligus dalam satu jam dan mereka dengan cepat menangkan apa yang aku ajarkan padahal mereka masih kelas 1 sehingga aku sangat kaget saat mengetahui dia sama sekali belum bisa membaca ABC dalam bahasa inggris. Lalu aku teringat akan cerita salah satu sahabatku Izza, yang seorang guru di salah satu les-lesan di Malang saat ini, dia mengatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan daya tangkap yang berbeda-beda, ada yang lambat ada yang cepat, sifat mereka juga cukup beragam, pandai-pandai kita sebagai gurunya untuk bisa mengajarkan mereka materi bahasa inggris sampai dia/mereka memahaminya. 

Ya, di hari kedua muridku hanya 2 orang saja. aku agak kecewa namun juga lega karena aku bisa mengajarkan si anak kelas 5 ini tentang cara membaca waktu dalam bahasa inggris mengenai Half Past,,, dan Quarter Past... dan Quarter to.... cukup sulit memang, karena dia sama sekali belum tahu bahwa 1 jam = 60 menit. sehingga untuk mengajarkan kata Half = setengah = 30 menit atau Quarter = seperempat = 15 menit dan mengajarkannya cara berhitung pembagian terlebih dahulu. Cukup lama aku bergulat dengan itu, dan pada akhirnya dia mulai sedikit memahami Half Past,,, yang artinya lewat setengah yang artinya lewat setengah jam = 30 menit....  aku memberinya soal dan hasilnya cukup walaupun masih tertatih-tatih. aku melihat dia sangat bersungguh-sungguh walaupun sedikit nakal. tapi aku melihat potensinya untuk menjadi anak yang cerdas, tangguh, tegas dan bertanggung jawab tapi aku tidak bisa menentukan secara pasti bagaimana nantinya ia kelak. tapi dia sangat bersemangat,,, ak harap aku bisa menjadi guru yang baik dan tidak menyesatkan murid-murid dengan informai yang aku berikan. AAAAMIIIIIIIIN.....

Aaaah, tapi aku rasa aku lebih suka mengajar dengan jumah murid yang sedikit, karena aku bisa mengajarkan materi lebih maksimal.... karena berdasarkan pengalaman sahabatku si Izza, mengajar dengan jumlah anak yang banyak itu cukup sulit dan melelahkan karena mereka bakal nggak bisa fokus. yaaaah, taulah tingkah anak-anak...


 Sekian, Terimakasih... heheheeeee :D :D :D


Saturday, October 10, 2015

Mr. Brown Eyes

 http://www.ocularistemfclermont.com/en/images/cyevfnbqo5_4c56f755_7ea6_01cd_64db_b70db958b12f.jpg


Dear Mr. Brown Eyes
Your silhouette is flying around in my mind
Trying to shoo it like flies
Make sure I would be fine

Such a crazy thing
You are who I'm thinking
Imagination make you as a king
Then love song what I sing

Where on this earth you could be?
You are the one and only sweet bee
Would be the one and only for me
Hope GOD on the side of me
You and I become Us, become We

Thursday, October 8, 2015

Dear Mr. Words

 http://jeffhester.net/wp-content/uploads/2010/12/words-1.jpg

Dear Mr. Words, I wanna confide to you
I'm tired and blue
But I have to shoot straight
Floating in big wave to meet the bright
Wanna drive for a hundred miles
Seeing your brightest smile
Even just for a while
It works losing my burden life
My heart little bit dry inside
Even I pouring it with the brightest water
I need a reason to be closer to you
Where you're less surrounded
Satisfied myself staring at you





Sunday, October 4, 2015

Merindukan Hujan

 https://helloyulindaes.files.wordpress.com/2014/12/menunggu-hujan.jpg

Berharap hujan segera datang
Jatuh menerbangkan aroma segar tanah nan rupawan
Butirannya berirama syahdu penuh kenangan
Melayangkan sejuta angan terpendam

Berharap hujan segera datang
Membawa kesejukan di sekujur tubuhku
Butirannya menusuk di sela-sela kulitku
Namun hujan tidak melukaiku

Berharap hujan segera datang
Karena aku merindukan hujan
Merindukan air yang bergelimang
Yang terkadang membuatku kesal

Berharap hujan segera datang
Karena ia serta merta membawa kehidupan
Walau terkadang ia membawa bencana
Aku tahu semua salah manusia

Aku merindukanmu, hujan....

Keinginan Sebelum Kiamat




image by http://www.kwikku.com/images/article/junior196720150330114015.jpg


Aku ingin mati sebelum kiamat
Bukankah seburuk-buruk umat adalah umat yang mati di hari akhir?
Egois memang, namun aku sudah muak dengan peperangan dunia fana
Muak dengan para pendusta negara dan dunia

Aku ingin mati sebelum kiamat
Meninggalkan hingar bingar fana
Meninggalkan kepuasan dunia
Pergi menuju sang abadi

Aku tak siap mati, tapi aku juga siap dijemput ajal
Aku pun tak luput dari lumuran dosa-dosa
Hingga aku pun berpikir...
Cukupkah amalku menuntunku ke Surga-Nya?
Sudah pantaskah aku menuju ke Surga-Nya?

Aku ingin mati sebelum kiamat
Dimana semua belumlah terlambat
Aku ingin mati sebelum kiamat
Mati dalam keadaan Islam dan Khusnul Khatimah


Friday, September 11, 2015

Phantom of My Delight



 http://izquotes.com

Light up my days from the dark night
Pouring me with your smiling, so bright
Take me on the golden light
On your side seems alright
Beautiful sunlight brighter than a moonlight
I don't wanna lose of sight
To see the smiling of my white horse knight
Even he just a phantom of my delight



-Mia Insani-
(This poem inspired by William Wordsworth)

Thursday, September 10, 2015

Still To Be Here

You have finally made it
And I have done nothing
Jealousy often approach me
But, Congratulation to you from me

Yeah, you are more struggle than me
Even you almost cried and felt cloudy
I'm still here waiting for LUCKY
But you are always struggling with your body to get LUCKY

CONGRATULATION to you, Buddy
You are two steps forward then be happy
But, I am still two steps behind with my jealousy
Hope later you and I will make it right finally

CONGRATULATION to you, Buddy
I know you are struggling to your job and study
Struggling to make your future shining so brightly
So do I, actually
In different path,,, you've been going overseas and I'm still here on my original country



-Mia Insani-


Sebongkah Cerita




image by
 https://shashasekharan.files.wordpress.com/2014/03/ldr-long-distance-relationships-32911371-500-300.jpg?w=640
Seindah mentari pagi

Bersinar terang membawa harapan dan mimpi
Layaknya mawar yang merekah di pagi hari
Senyummu merona bagai sang bidadari

Kala senja menjelang
Inginku bisikkan rinduku yang amat panjang
Kepadamu nun jauh dipandang
Menanti engkau kembali datang

Ah, jarak dan waktu memang memisahkan
Kau di sana dengan cita dan mimpimu
Aku di sini dengan cita dan mimpiku
Walau raga kita terhalang mari kita tak sia-siakan

Hingga suatu hari kan menjelang
Kita dipersatukan dalam sebuah ikatan
Namun jika memang Tuhan tak izinkan
Biarlah menjadi sebongkah cerita kehidupan



-Mia Insani-

Wednesday, September 9, 2015

Secret Admirer


image by http://www.scrappypedia.com

Admiring you is blue
Whenever I see pictures of you
Whenever I hear the name of you
The more I wanna meet you

Admiring you is red
You pop up in my head
Can't reached you by my hand
It choke back my breath

Admiring you feels no right
But can't go and hide
Keeping a memory of you by my side
It hurt me inside

But, Admiring you is also nice
Your smiling on the pictures you share also make my spirit on the rise
Cause whenever you are falling down
I know you would be raising from the ground 




-Mia Insani-


Saturday, September 5, 2015

IBU



http://www.glavos.xyz/wp-content/uploads/2014/03/i-love-my-mom-quotes-128.jpg
Terimakasih untukmu, Ibu
Tak ada harta seberharga dirimu
Terimakasih untukmu, Ibu
Walau penat kau selalu ada untukku

Inginku menyanyikan lagu indah untukmu, Ibu
Agar kau tak bersua sendu
Agar hilang rasa pilu di bahumu
Ah, sayang, suaraku tak merdu

Tak ada yang bisa kuberikan untukmu, Ibu
Selain baktiku padamu
Aku bukan gadis yang sepandai temanku
Tapi ku kan berusaha, Ibu
Menjadi seperti yang kau mau

Terimakasih untukmu, Ibu
Atas semua pengorbananmu
Atas semua doa-doamu
I LOVE U, IBU



-Mia Insani-

Friday, September 4, 2015

Colours of Feeling


http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk

Hey, It's been a while
I wonder where you are
Try to know 'bout you more
Then, I miss you more and more...

Just let my feeling go
Let my feeling go with the flow
And I just don't know,
Why my mind even say so...

The beautiful feeling
Sometimes shining so brightly in a golden yellow
Sometimes become faint and mellow
Yeah, I'm trying fathom a meaning...

My feeling was pink at the first place
Then changed into red, and
Blue, and
Dark grey thus far...

Those are the colours of my feeling...



-Mia Insani-

                                                                                                                                                                                    

Saturday, August 22, 2015

Missing U




google image


Iya, aku merindukannya
Dia yang jauh di antah brantah
Dia yang sedang berjuang meraih mimpinya
Dia yang pantang menyerah

Hai, tak bisakah kuhapuskan tentangmu?
Tak bisakah kau hilang dari hidupku?
Tak bisakah gambarmu muncul di sosial mediaku?
Tak bisakah, tak bisakah, tak bisakah?

Tidak!!!

Aku hanya kagum padamu
Aku hanya iri padamu
Jalan kita berbeda, namun,
Kita sama-sama mengejar kepantasan




-Mia Insani-


Master of Arts in Higher Education Administration (MAHE) / Magister Manajemen Perguruan Tinggi (MMPT)

Ada yang pernah mendengar tentang jurusan ini Master of Arts in Higher Education Administration (MAHE) / Magister Manajemen Perguruan Tinggi.....
yupz, kiranya tidak banyak orang yang mengetahui jurusan ini,,,

Master of Arts in Higher Education Administration (MAHE) / Magister Manajemen Perguruan Tinggi (MMPT) adalah program studi baru yang ada di Indonesia. Aku hanya mengetahui bahwa jurusan ini ada di FIA UB, UGM dan IPB...

Well, dan jangan salah, jurusan tersebut ternyata juga ada di Stony Brook University, New York (http://www.stonybrook.edu/spd/hea/masters_curriculum.html) dan Sam Houston State University, Texas (http://www.shsu.edu/programs/master-of-arts-in-higher-education-administration/).
  
Untuk sementara waktu, sedikit yang ku tahu tentang jurusan ini. Jurusan ini megajarkan bagaimana tata cara pengelolaan anggaran keuangan untuk Perguruan Tinggi. Bagaimana cara menjalankan sistem administrasi yang ada di Perguruan Tinggi dengan baik dan benar tentunya.

Aku sedang melanjutkan studiku di FIA UB jurusan Master of Arts in Higher Education Administration (MAHE) / Magister Manajmen Perguruan Tinggi (MMPT). Jangan tanya alasannya,, karena aku punya jawaban dan alasan tersendiri yang masih ingin aku simpan untuk diriku sendiri,, ahahahaaaaa,,, yang jelas aku berharap kelak ilmuku bisa diamalkan dan berguna,,,

Ah, ada 12 orang di kelas ku,,, dan 8 orang diantaranya adalah mereka yang bekerja sebagai staff administrasi dan keuangan di Perguruan Tinggi,,, sedangkan yang lain, aku masih tidak tahu, aku belum berkenalan lebih jauh dengan mereka, teman baruku,,, ada juga beberapa dari mereka yang baru lulus S1  sama sepertiku. Oh, iya, sebagian besar, mungkin sekitar 85% teman-teman baruku ini (termasuk aku) adalah alumni UB itu sendiri.

Menurutku, jurusan ini digunakan untuk mereka yang ingin menjadi staff administrasi di Perguruan Tinggi Negeri (yang harapannya jadi staff PNS) maupun Perguruan Tinggi Swasta (Karyawan Swasta) atau sebagai Dosen yang ingin mengajar tentang jurusan ini tentunya. Karena sistem manajemen dan administrasi dalam dunia pendidikan tidak bisa disamakan 100% dengan sistem manajemen dan administrasi dalam dunia ekonomi dan bisnis,,, untuk sementara gambaran umum itu yang bisa aku tangkap saat ini,,,

(http://fia.ub.ac.id/mmpt/)




Friday, August 21, 2015

RINDU

Seperti inikah merindukanmu?
Sedikit sesak dalam dadaku
Ya, aku ingin bertemu denganmu
Berbicara denganmu
Tertawa bersamamu

Ya, kau
Yang telah berada nun jauh di sana
Inginku bawa dirimu selalu
Di kantung bajuku
Agar kau tak lagi berada jauh dariku

Tapi, kau bukanlah sebongkah mainan yang bisa kubawa sesuka hati
Kau bukan selembar uang kertas yang bisa aku saku setiap hari
Hanya saja, terasa perih hati ini
Saat ku tahu kau pergi

Aku tahu kau pasti kembali
Namun aku tidak bisa melangkahi Takdir
Ya, mungkin hanya sampai di sini
Merajut asa kami masing-masing


-Mia Insani-


Thursday, August 6, 2015

GAK JELAS BLASSS

Lagi coba-coba bikin blog,,, sekalian sambil belajar nulis,,, dan bla,,, bla,,, bla,,, sering inspirasi cuma nyantol doang di kepala tapi belum tertuang 100% dengan sempurna ke dalam bentuk sebuah karya sastra (novel atau komik mungkin),,, gak bisa instan memang,,,
bla...
bla...
bla...
gue nguceh apan sih,,, ahahahahaaaaaaa
sementara ini dulu tulisan gue yang Gak Jelas Abis,,
itung-itung buat permulaan,,,, heheheheeeee