![]() |
| google image |
Sayup-sayup terdengar suara erangan mobil yang semakin lama semakin jelas. Laurencia membuka matanya perlahan. Mengernyitkan dahinya. Cahaya menyilaukan matanya. Begitu dia bisa melihat dengan jelas, dia melihat kesekelilingnya. Dia melihat pagar putih lusuh merentang dari sisi kanan, kiri dan depannya. Laurencia masih berada di atas jembatan penyebrangan. Duduk bersandar. Melihat kedua tangannya yang tak lagi bercakar. Meraba wajahnya yang tak lagi bermoncong, berbulu dan berkumis. Laurencia berdiri, menampar pipi kanannya.
"Aaaau, sakit," Laurencia mengusap pipinya yang memerah sambil berjalan ke depan dan melongok ke bawah jembatan. Ada kucing hitam melihatnya dari trotoar. Dia sedang duduk sambil menghadap ke atas. Laurencia memicingkan matanya. "Lorenzo" bisiknya dalam hati.
Lorenzo dan Laurencia saling pandang beberapa saat. Lorenzo perlahan berbalik pergi sambil mengibaskan ekornya. Laurencia bergegas lari menuju Lorenzo. Terlambat, Lorenzo telah pergi.
Laurencia bernapas lega.
TAMAT
Ditulis oleh: Mia Insani
